Habis Dungu Terbitlah Bajingan Tolol: Filsafat untuk Indonesia Selamat
Kalau Kartini bilang “habis gelap terbitlah terang”, bagi rakyat Indonesia sekarang gelap adalah gorong-gorong, terang ada di jalanan. Daripada...
Also Available in:
- Amazon
- Audible
- Barnes & Noble
- AbeBooks
- Kobo
More Details
Kalau Kartini bilang “habis gelap terbitlah terang”, bagi rakyat Indonesia sekarang gelap adalah gorong-gorong, terang ada di jalanan. Daripada di gorong-gorong lebih baik demo di jalanan. Sementara kita masih diskusi tentang hal-hal formal nan normatif, mahasiswa, buruh, emak-emak sampai guru besar sudah menyerukan kartu merah pelanggaran etis pada oligarki.
Dengan cara apa bangsa ini awalnya diciptakan? Dengan menghabisi elitenya. Kalau kita buat analisis politik, ekonomi dan sosiologi, semua variabel terlihat ada di Istana hari ini. Apakah kita harus senang kalau Istana berantakan dan elitenya saling berkhianat? Sudah pasti. Bangsa ini hanya bisa selamat dan tumbuh kalau elitenya gugur terlebih dulu.
---------------------
Ada 85 tulisan Rocky Gerung di dalam buku ini. Disusun secara kronologis dari masa Rocky masih mahasiswa di Fakultas Sastra UI pada 1985 sampai 2018, saat ia menjadi intelektual yang paling banyak dicari dan diperhitungkan pandangannya di Indonesia. Melalui Kumpulan tulisan ini maka pembaca dapat mengetahui dengan penuh dan benar pemikiran Rocky melalui pembacaan langsung artikel, kolom yang singkat atau esei-eseinya yang panjang bercatatan kaki.
- Format:Paperback
- Pages:164 pages
- Publication:2024
- Publisher:Komunitas Bambu
- Edition:
- Language:ind
- ISBN10:6237357513
- ISBN13:9786237357513
- kindle Asin:6237357513









